Ternyata 55 Persen Gen Z Yakin AI Ubah Arah Karier ke Portofolio

Ternyata 55 Persen Gen Z Yakin AI Ubah Arah Karier ke Portofolio


Ringkasan: Survei International Workplace Group (IWG) terhadap 1.000 profesional Gen Z di Inggris menemukan 55% responden yakin AI akan mengubah arah kariernya. Bukan cuma soal takut kehilangan pekerjaan — banyak dari mereka justru bergeser ke “portfolio career”: mengumpulkan beberapa sumber penghasilan dan skill sekaligus, bukan menunggu satu jenjang karier linear naik pelan-pelan.

Apa itu Portfolio Career di Era AI?

Ternyata 55 Persen Gen Z Yakin AI Ubah Arah Karier ke Portofolio

Portfolio career adalah pola kerja di mana seseorang menjalankan beberapa peran, proyek freelance, dan usaha kecil secara paralel, bukan mengandalkan satu jabatan tetap. Menurut riset IWG yang dirilis pertengahan 2026, pola ini semakin diminati Gen Z karena AI mengubah cara mereka memandang stabilitas kerja.

Kalau kamu sedang merasa jalur karier “normal” — kuliah, kerja kantoran, naik jabatan pelan-pelan — mulai terasa tidak relevan, kamu tidak sendirian. Ini bukan cuma soal generasi yang “malas komitmen”. ​Ini soal generasi yang tumbuh sadar bahwa satu sumber penghasilan saja terasa rapuh di dunia kerja yang berubah cepat.

Mengapa Gen Z Mulai Menjauh dari Karier Linear di 2026?

Ternyata 55 Persen Gen Z Yakin AI Ubah Arah Karier ke Portofolio

Riset IWG terhadap 1.000 profesional Gen Z di Inggris — yang hasilnya diliput Human Resources Online pada 31 Juli 2026 — menemukan bahwa jalur karier tradisional semakin kurang diminati Gen Z, dengan banyak dari mereka memilih side hustle dan beberapa jalur penghasilan sekaligus demi keamanan finansial dan ketahanan karier di era AI.

Dua kekuatan utama mendorong pergeseran ini. Pertama, tekanan finansial: hampir separuh responden (48%) menyebut kebutuhan menambah penghasilan dan memperkuat keamanan finansial di tengah kenaikan biaya hidup dan inflasi sebagai motivasi utama mereka menekuni portfolio career. Kedua, dan ini yang jadi fokus panduan ini: AI.

Di luar kekhawatiran finansial, tren ini juga dipercepat oleh AI — 55% responden yakin teknologi ini akan mengubah arah karier mereka. Sebagai respons, para profesional muda ini secara proaktif mengembangkan skill baru dan mendiversifikasi sumber penghasilan agar tetap adaptif.

Menariknya, ini bukan berarti Gen Z pasif menunggu perubahan. Sebanyak 33% responden sudah punya, atau sedang mempertimbangkan, side hustle. Mereka bergerak lebih dulu, bukan menunggu di-PHK dulu baru panik cari alternatif.

Data Kunci: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Karier Gen Z Sekarang

Ternyata 55 Persen Gen Z Yakin AI Ubah Arah Karier ke Portofolio

Berikut kumpulan data terverifikasi dari dua sumber independen — IWG (2026) dan Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey 2026 — yang saling melengkapi gambaran soal bagaimana AI mengubah cara Gen Z berkarier.

TemuanAngkaSumberPeriode
Gen Z UK yakin AI akan mengubah arah kariernya55%IWG, via HR OnlineJuli 2026
Gen Z UK sudah punya/mempertimbangkan side hustle33%IWG, via HR OnlineJuli 2026
Motivasi utama portfolio career: kebutuhan finansial48%IWG, via HR OnlineJuli 2026
Gen Z & milenial global memakai AI di pekerjaan harian74%Deloitte Global Survey 2026Mei 2026
Kenaikan pemakaian AI harian Gen Z (dari tahun lalu)dari 57% ke 74%Deloitte Global Survey 2026Mei 2026
Gen Z & milenial pakai AI untuk cari peluang belajar/berkembang79%Deloitte Global Survey 2026Mei 2026
Gen Z & milenial pakai AI untuk minta saran karier72%Deloitte Global Survey 2026Mei 2026
Gen Z tertarik posisi kepemimpinan senior suatu saat76%Deloitte Global Survey 2026Mei 2026
Gen Z yang jadikan posisi pemimpin sebagai tujuan karier utamahanya 6%Deloitte Global Survey 2026Mei 2026

Survei Deloitte terhadap lebih dari 22.500 Gen Z dan milenial di 44 negara — yang dirilis 13 Mei 2026 — menemukan hampir tiga perempat responden melaporkan memakai AI dalam pekerjaan sehari-hari, melonjak tajam dari tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, generasi ini mulai memakai AI layaknya “career coach” — untuk mencari peluang belajar, mendapat saran karier, dan mempercepat pengembangan skill.

Yang menarik: meski AI dipakai luas, ambisi jadi pemimpin justru menurun. Konsisten dengan temuan tahun sebelumnya, hanya 6% Gen Z dan milenial yang menjadikan posisi kepemimpinan sebagai tujuan karier utama mereka, meski tiga perempat Gen Z (76%) tetap tertarik mengejar peran kepemimpinan senior suatu saat. Artinya, minat tetap ada — tapi bukan sebagai tujuan tunggal yang dikejar linear.

Tekanan finansial juga jadi benang merah yang sama di kedua riset. Lebih dari separuh Gen Z (55%) dan milenial (52%) mengaku menunda keputusan hidup besar seperti membeli rumah, membangun keluarga, atau melanjutkan pendidikan, akibat tekanan finansial. Ini menjelaskan kenapa portfolio career bukan sekadar tren gaya hidup — bagi banyak Gen Z, ini strategi bertahan.

Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Pergeseran Karier Berbasis AI — Step by Step

Ternyata 55 Persen Gen Z Yakin AI Ubah Arah Karier ke Portofolio

Kalau kamu sedang mempertimbangkan jalur portfolio career, atau minimal ingin lebih siap menghadapi perubahan arah karier akibat AI, berikut langkah realistis berdasarkan pola yang muncul dari kedua riset di atas.

  1. Petakan skill yang paling tahan terhadap otomatisasi. Fokus ke kemampuan yang sulit direplikasi AI — komunikasi, pengambilan keputusan kompleks, dan kepekaan konteks manusia. Riset yang sama menyoroti bahwa AI mengubah skill apa yang paling dihargai perusahaan, dengan kemampuan manusia seperti kreativitas, kolaborasi, adaptabilitas, dan kepemimpinan menjadi semakin penting seiring AI mengotomatisasi tugas-tugas rutin.
  2. Mulai satu sumber penghasilan tambahan yang kecil dan realistis. Tidak perlu langsung resign. Data menunjukkan sepertiga Gen Z sudah mulai dari titik ini — side hustle kecil, bukan lompatan besar sekaligus.
  3. Gunakan AI sebagai alat bantu belajar, bukan cuma alat produktivitas. Banyak Gen Z memakai AI untuk mencari peluang belajar dan saran karier — bukan sekadar menyelesaikan tugas lebih cepat.
  4. Bangun ketenangan batin sebelum bangun portofolio penghasilan. Perubahan arah karier yang mendadak sering memicu kecemasan dan rasa kehilangan arah. Sebelum menambah beban baru, penting mengenali dulu tanda-tanda kehilangan arah hidup supaya keputusan karier tidak diambil dari rasa panik.
  5. Evaluasi ulang definisi “sukses” versimu sendiri. Data menunjukkan minat jadi pemimpin menurun, tapi bukan berarti ambisi hilang — banyak Gen Z sedang mengeksplorasi jati diri untuk menemukan bentuk sukses yang lebih personal, bukan sekadar naik jabatan.
  6. Jaga stabilitas emosi di tengah ketidakpastian. Transisi karier yang dipicu teknologi sering terasa berat secara psikologis. Latihan kesadaran diri harian bisa membantu — banyak yang mulai dengan 7 langkah spiritual growth efektif untuk Gen Z sebagai fondasi sebelum mengambil keputusan besar soal karier.

Kenapa Sisi “Pertumbuhan Diri” Sama Pentingnya dengan Skill Teknis

Ternyata 55 Persen Gen Z Yakin AI Ubah Arah Karier ke Portofolio

Bagian yang sering terlewat dari pembahasan AI dan karier: dampaknya bukan cuma teknis, tapi juga psikologis. Ketika arah karier yang dulu terasa jelas — kuliah, kerja, naik jabatan — tiba-tiba terasa tidak pasti, itu memicu kecemasan yang nyata, bukan cuma soal skill apa yang harus dipelajari.

Ini sejalan dengan pergeseran yang lebih luas: personal growth kini bukan lagi topik niche, tapi sudah jadi bagian dari gaya hidup anak muda — termasuk dalam cara mereka menghadapi ketidakpastian karier. Alih-alih menganggap perubahan arah karier sebagai ancaman, banyak Gen Z mulai memperlakukannya sebagai proses pertumbuhan yang wajar, bukan kegagalan.

Bagi sebagian orang, tekanan ini juga memunculkan luka emosional yang perlu diproses, bukan diabaikan. Kalau perubahan arah karier terasa membuatmu kewalahan secara emosional, ada baiknya memahami dulu pola healing luka batin ala Gen Z sebelum memaksakan diri langsung produktif membangun portfolio career.

FAQ — Gen Z, AI, dan Arah Karier

Apa itu portfolio career?

Portfolio career adalah pola kerja di mana seseorang menjalankan beberapa peran atau sumber penghasilan sekaligus — kombinasi pekerjaan utama, freelance, dan usaha kecil — alih-alih bergantung pada satu jabatan tetap secara linear.

Benarkah 55% Gen Z yakin AI mengubah arah karier mereka?

Ya, berdasarkan survei IWG terhadap 1.000 profesional Gen Z di Inggris (dilaporkan Juli 2026), 55% responden yakin AI akan mengubah arah karier mereka. Data ini berasal dari survei di Inggris, sehingga besaran persisnya bisa berbeda di konteks Indonesia meski tren globalnya sejalan.

Bagaimana cara memulai portfolio career di tengah ketidakpastian AI?

Mulai dari skill yang tahan otomatisasi, bangun satu sumber penghasilan tambahan kecil, gunakan AI sebagai alat belajar, dan jaga stabilitas emosi sebelum menambah beban kerja baru — bukan sebaliknya.


Artikel ini disusun berdasarkan data dari International Workplace Group (IWG) via Human Resources Online (31 Juli 2026) dan Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey 2026 (13 Mei 2026).